Rapat Koordinasi Muspida Nias Utara

DSC01773Kota Gunungsitoli (forlip-kanira.com)

Pemerintah Kabupaten Nias Utara menyelenggarakan Rapat Koordinasi Unsur Muspida Kabupaten Nias Utara Tahun 2015 yang dilaksanakan di Kaliki Resto Gunungsitoli Jumat, (21/8/2015). Pembahasan tentang pelaksanaan PEMILUKADA di Kabupaten Nias Utara, masalah ketahanan pangan (krisis ekonomi pada harga bahan pokok), isu tentang adanya gempa bumi yang berpotensi tsunami di wilayah Kepulauan Nias, serta isu-isu lainnya yang berkembang di masyarakat seperti judi togel, sabung ayam, tempat prostitusi yang berkedok sebagai cafe, pengonsumsian miras yang berlebihan di masyarakat dan adanya unjuk rasa yang akan dilakukan di KPUD Nias Utara.

Dihadiri oleh Bupati Nias Utara, Wakil Bupati Nias Utara, Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara, Dandim 0213 Nias, Kapolres Nias, Perwakilan dari Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Utara, Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Nias Utara, Kaban Kesbangpol Kabupaten Nias Utara, Perwakilan dari Komandan Pos TNI-AL Lahewa, Kabag Tata Pemerintahan, serta Kabag Humas dan Keprotokolan Setda Kabupaten Nias Utara.

Komandan Pos TNI-AL Lahewa yang diwakili oleh Kaprovos Lanal mengatakan bahwa dalam persiapan menghadapi bencana, TNI-AL Lahewa bekerjasama dengan BPBD Nias Utara dan Tim Sar telah memprogramkan untuk mengadakan pelatihan dalam menggunakan perahu karet.

Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli/Khamozaro Waruwu, SH, MH menyarankan agar dalam mengatasi permasalahan miras, diperlukan Perda mengenai miras dan agar Satpol PP lebih diberdayakan dalam pemberantasan miras.

Kapolres Nias menegaskan bahwa pihak kepolisian siap untuk mengamankan proses PEMILUKADA, baik pada saat penetapan calon Kepala Daerah tanggal 24 Agustus, penetapan nomor pasangan calon Kepala Daerah tanggal 26 Agustus, maupun pada saat PEMILUKADA tanggal 9 Desember 2015. Pihak Kepolisian juga menegaskan akan mengamankan unjuk rasa yang akan dilakukan dan mengawal pelaksanaan Deklarasi Damai pada tanggal 26 Agustus 2015.

Dandim 0213 Nias mengatakan bahwa akan bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam mengamankan proses PEMILUKADA dan unjuk rasa yang akan dilakukan. Lebih lanjut, Dandim 0213 Nias mengatakan bahwa BULOG belum bisa menyerap hasil pertanian dari Kepulauan Nias yang disebabkan karena hasil pertanian di Kepulauan Nias masih hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga belum bisa swasembada beras.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli yang diwakili oleh Kasipidsus/Yunius Zega, SH, MH menyarankan agar dalam menghadapi masalah ketahanan pangan perlu dilakukan survey/operasi pasar sehingga harga kebutuhan pokok dapat dikontrol. Yunius Zega, SH, MH juga mengatakan dalam menanggapi isu gempa yang beredar di masyarakat, perlu diadakan simulasi penanggulangan bencana.

Wakil Bupati Nias Utara Fangato Lase, SH mengatakan bahwa tempat prostitusi yang berkedok sebagai cafe yang berada di Kecamatan Lahewa telah dibongkar dan judi togel serta sabung ayam sepertinya mulai ada penurunan minat masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara Drs. Foanoita Zai mengatakan bahwa dalam mengatasi masalah ketahanan pangan, perlu didorong/dimotivasi minat para petani dan peternak dalam menghasilkan produk pertanian dan peternakan. Lebih lanjut, Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara menambahkan bahwa menurut penilaiannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Utara telah berhasil dalam meningkatkan produksi cabe, bawang, dan padi di Kabupaten Nias Utara.

Bupati Nias Utara Drs. Edward Zega, B.Sc, MM mengatakan bahwa dalam persiapan PEMILUKADA, Pemerintah Kabupaten Nias Utara telah menandatangani MOU bersama KPUD dan PANWASLU Kabupaten Nias Utara dan telah mempersiapkan anggaran yang memadai sehingga apabila KPUD dan PANWASLU Kabupaten Nias Utara mengajukan pencairan dana, Pemkab Nias Utara siap mencairkannya, dan mengharapkan agar pihak keamanan dapat mengamankan setiap tahapan PEMILUKADA dan unjuk rasa yang akan dilakukan oleh demonstran. Selanjutnya, Bupati Nias Utara juga menambahkan bahwa akan mengadakan penelitian tentang tuak nias sebagai dasar dalam pembuatan Perda tentang miras. Lebih lanjut, Drs. Edward Zega, B.Sc, MM mengatakan bahwa dalam menghadapi isu gempa dan tsunami, Pemerintah Kabupaten Nias akan mempersiapkan jalur evakuasi dan juga pelatihan serta simulasi dalam menghadapi bencana (r)